"Hidup bagai sebuah mercusuar. Tempat dimana kita dapat melihat keindahan laut lepas, namun juga tempat jika sekali saja kita terjerembab, akan menjatuhkan kita dari puncak."
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Puisi. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

Kembali Terluka

Hanya luka
Dan hanya terluka

Hanya tangis
Dan hanya menangis

Dengar
Dengarkan
Dengarlah

Terluka
Dan kembali terluka

Selasa, 18 Oktober 2011

Aku Ingin Terbang

Jenuh
Aku sudah terlalu jenuh ada dalam penjara ini
Aku sudah terlalu lelah terpancung dalam belenggu
Sungguh
Aku lelah

Tuhan
Beri aku kekuatan  untuk berlari
Beri aku sayap untuk bisa terbang
Aku ingin melihat dunia yang megah
Aku ingin terbang bebas di atas langit
Aku ingin melayang
Walau harus meninggalkan hatiku di Bumi

Tapi Tuhan
Andai Kau berkenan
Aku ingin membawa serta hatiku pergi
Aku ingin membawanya kemanapun aku melangkah
Aku ingin membawanya ke surga yang abadi



Menunggu

Aku di sini
Di sini menanti sesuatu yang tak pasti

Aku berharap
Berharap akan sesuatu yang tak dapat terucap

Aku masih menunggu
Menunggu datangnya hari itu

Aku selalu menanti
Menanti kau yang tak kunjung membawaku pergi

Minggu, 16 Oktober 2011

KAPANKAH

Tuhan,
Benarkah cinta itu ada?

Tuhan,
Benarkah kesetiaan itu ada?

Lalu Tuhan,
Kapankah aku akan menemukannya?

Selasa, 04 Oktober 2011

Datar

Hitamkah ini?
Mungkin bukan
Atau ini putih?
Tapi mugkin juga bukan

Merah?
Jingga?
Biru?
Atau ungu

Minggu, 20 Maret 2011

Tempat Berbeda

Sunyi gelap bekukan jiwa
Hamparan kering pecahkan hati
Tinggalkan potongan angan
Asa ku terbalut cintamu
Malaikat kecil berbisik:

Hukum Karma

Kesedihan mendalam menusuk kalbu
Melanda hati yang kian berontak
Menginginkan sebuah mukjizat datang
Dan mengharapkan titik terang

Sabtu, 05 Februari 2011

APA INI?

Ini menghasilkan sebuah getar halus

Getar yang timbul dari tatapan

Maupun dari senyuman

Ini berbeda…

Tapi ini nyata

Nyata bagi yang pernah merasakannya

Ini menyesakkan…

Tapi ini ada

Ada bagi yang ingin merasakannya

Semuanya terasa lebih ringan

Semuanya terasa lebih damai

Tapi selalu timbul satu tanya

Perasaan apa ini?


yimm


PEREMPUAN ITU

by: …

Tak pernah orang bertanya

Siapa perempuan itu

Sepanjang hari menyeret dirinya

Antara jalanan

Derita memberat

Diwajahnya yang ngilu

Kota memeluknya

Dalam kehidupan yang kejam

Ia kenal kehidupan

Dalam warna sengsara

Compang-camping, tulang menonjol

Muka cekung

Mengaisi tong sampah

Mencari makanan sisa

Dikaki lima bergelut dalam malam

Yang berembun

Orang lebih mau bertanya:

Siapa yang berpidato semalam?

Daripada menanyakan:

Siapa yang mati dikaki lima

Dan perempuan itu pun sendiri

Menyusuri hidupnya yang malang

Besok atau lusa ditemuilah ia

Tergeletak tanpa nyawa

Sabtu, 13 Februari 2010

Dana Herdi

Sebuah Arti Terdalam

Apa yang kau harapkan dari sebuah perjuangan
Hingga akhirnya tak terkenang sepanjang zaman
Berjuang demi apapun yang ku hebatkan
Berjuang demi apapun yang ku rasakan
Hidupmu hanya sekali!
Mengapa tak kau berpikir berulang kali
Mencemooh seseorang yang mengasihimu
Meludahinya tanpa menatap matanya
Bersalahkah sikap itu?
Mulutmu tak ingin berucap sepenggal katapun
Kebisuan menentukan harga diri
Segalanya telah menjadi
Dan segalanya telah mati
Hanya kesejatian bentuk pengokohan diri
Jangan dirimu mengikuti arus tak berimbang
Yang menciptakan ketidakmampuan dirimu
Pandang mata seorang yang mengasihimu
Maka kau akan temukan sebuah makna terdalam
Sebuah arti terdalam
Tentang seorang sahabat

Dana Herdi

Terimalah Diriku

Terimalah diriku...

Seadanya...

Bukan karena aku, sebenarnya dapat menjadi

Atau bakal menjadi

Terimalah diriku...

Terimalah sebagaimana diriku ini, tanpa syarat

Dan seperti kenyataan yang ada

Bilamana semua jendela hatimu

Diwarnai sikap, kau belum menerimaku

Pandanglah aku sebagaimana diriku

Tanpa mengubah impianmu...

Sebagaimana manusia biasa, unik, dan indah

Bebas berkembang sebagaimana benih didalam diriku

Terimalah diriku...

Agar aku tak perlu menyiksa diri

Menjadikanku sesuai dengan polamu

Namun dengan kau menerimaku

Aku akan tumbuh dan berkembang

Seiring berjalannya sang waktu

Sabtu, 26 Desember 2009

Rima Amalia

CINTA-NYA

Ingatkah kita?
Ia Maha Mencipta
Tujuh lapis dunia tak biasa
Di atas segala apa yang ada
Menjai bukti ciptaan-Nya
Namun sesering apa kita ingat akan-Nya?

Ingatkah kita?
Ia Maha Melihat
Dosa-dosa kecil dalam diri
Yang membuat kita seakan terbang
Merasa damai tanpa-Nya

Ingatkah kita?
Ia Maha Kuasa
Mengatur denting waktu dengan sempurna
Tak kurang suatu senggang

Sudahkah ucap syukur kita pada-Nya?
Sebesar apa cinta kita untuk-Nya?
Sedalam apa tunduk kita pada-Nya?
Hanya kata tanpa laku

Sedangkan cinta-Nya pada umat
Tak putusnya tercurah

Kamis, 29 Oktober 2009

PUISI UNTUK ALAMKU

HIJAU DAMBAKU

dahulu..
Zamrud khatulistiwa nan mempesona
Bangkitkan syukur akan Illahirobbi
Hijau hutanku...

dahulu..
Bagai kaca tanpa noda
Selami jauh akan kekuasaan-Nya
Biru lautku...

dahulu..
Embun fajar yang menenangkan
Ingatkan kita akan rahmat-Nya
Sejuk Pagiku...

Itu dahulu..

Semburat merah warnai hijau hutanku
Campuran limbah cemari lautku
Kabut hitam kelam lingkupi langitku

Kawan...
Sadarlah akan itu semua
Bekal apa bagi para penerus kita,
jika alam sudah tak mau berikan hartanya?

Masih ada waktu untuk berubah..
Demi Bumi hijau yang kita damba..


(special for my world..)


Jumat, 09 Oktober 2009

Kemahatololan untuk yang kesekian kalinya..
Kesakitan untuk yang keseribu kalinya..

Tak dapat berpaling,,karena semuanya terlanjur digenggam..
Tak dapat meratap,,karena semuanya seperti sudah biasa..
Hanya berhadapan pada pilihan-pilihan hitam yang membuat kepekatan semakin meraja..
Hanya bisa melihat bayang semu masa lalu yang menyelimuti diri..
Apa yang tampak selama ini merupakan tipuan tipis namun membunuh tiap jiwa yang merasakan..
Tanpa menciptakan titik rasa ragu untuk menyambutnya..